Anggota Keluarga Korban Bom Yang Berjiwa Besar

20 Jul 2009

Setelah kita tenggelam dalam berita-berita seputar tragedi bom di Jakarta akhir minggu ini, ada satu pelajaran yang ingin saya petik buat pembaca, yaitu kekuatan memaafkan yang diperlihatkan oleh salah satu ayah dari korban bom.

Sebagaimana terlihat di media visual, bagaimana sikap sang ayah korban yang dengan hati yang tulus ikhlas menyatakan, bahwa ia telah memaafkan apa yang dilakukan oleh teroris yang telah menewaskan anak kandungnya tersebut. Walaupun masih terlihat raut wajah yang penuh dengan perasaan sedih mendalam, namun dengan pernyataan yang diungkapkan di depan publik ini, telah membuktikan adanya iman yang besar terhadap sang Pencipta akan hal-hal yang memang boleh dilakukan oleh manusia dan direstui oleh-Nya, yang dengan kebesaran hati telah mendoakan pula pengampunan dosa bagi sang teroris kepada sang Pencipta. Tidak ada raut kemarahan ataupun rasa benci di wajah sang ayah, dan tidak ada kata-kata sumpah serapah, atau pengutukan terhadap sang teroris.

Memang di sana ada sebuah pelajaran bagi kita, bahwa bila kita percaya akan keberadaan dan kekuatan atau kekuasaan sang Pencipta, maka sebaiknya apa yang menjadi bagian-Nya tidak kita dahului, biarlah sang Pencipta yang memutuskan perkara yang telah melewati batas kemampuan kita. Jadi bukan kita yang merasa bahwa hanya diri kitalah atau kelompok kita adalah makhluk yang benar, sedangkan yang lain salah, sehingga kita merasa perlu memberikan penghakiman dengan melenyapkan/ mengorbankan orang-orang yang menjadi representatif dari orang-orang yang kita anggap bersalah tersebut.

Adanya keinginan dan tindakan untuk memperlihatkan kekuatan dengan menghancurkan orang lain tersebut, maka semata-mata hal-hal tersebut telah menunjukkan sikap arogansi dari orang-orang yang tidak berjiwa besar, tidak seperti sikap sang ayah korban yang telah diceritakan di bagian awal.

Pengalaman iman yang kuat dari seorang pengikut agama yang baik, seharusnya ditunjukkan dengan permohonan atau doa-doa kepada sang Pencipta agar memberikan pencerahan-pencerahan kepada kelompok orang yang bersalah, yang dengan hal itu telah menunjukkan bahwa kita sadar akan kodrat kita sebagai mahkluk ciptaan, bukan sang Pencipta yang memiliki kekuatan untuk mencipta dan melenyapkan. Mungkin bisa disangsikan tingkat keimanan para teroris yang saat ini, yang boleh dibilang bersikap seperti sang Pencipta ! Atau para teroris ini mungkin menyangsikan kekuatan atau kuasa sang Pencipta untuk memutuskan suatu perkara ? Sungguh bertolak belakang bila apa yang dilakukan itu didasarkan atas dasar keimanan kepada sang Pencipta.

Semoga dengan adanya contoh teladan yang telah diberikan oleh ayah sang korban bom bunuh diri, boleh menular ke kita semua.


TAGS doa jiwa besar keluarga korbam bom bunuh diri


-

Author

Follow Me