Resensi “Fantasy” - “Love doesn’t conquer all, faith does”

13 Jul 2014

Judul novel: Fantasy
Pengarang: Novellina Apsari
Penerbit: PT.Gramedia, Jakarta
Tahun Terbit: April 2014
Ukuran kertas dan hal: 312 Halaman dan tebal 20cm

Armitha dan Davina bersahabat sejak awal SMA. Keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang. Armitha/Mita, seorang gadis yg munggil dan ceria tapi angkuh sebaliknya Davina/Vina gadis tinggi cantik, pendiam dan hobi membaca. Mereka sebenarnya saling iri. Mita iri karena Vina cerdas dan cantik. Vina iri karena mita ceria dan memiliki keluarga utuh.

Suatu hari muncul sesosok cowok yang bertubuh gemuk tapi humoris. Cowok itu bernama Setiawan/Awang. Awal mula Awang menyukai sosok Mita yang angkuh dan sulit didekati. Melalui sahabat Mita-lah, Awang kenal Mita. Suatu hari, Awang bermain musik di perpustakaan dan Vina menunjukkan wajah kagum akan permainan piano Awang. Awang berubah dimata Vina. Awang mulai kembali menyukai piano karena tatapan Vina. Mereka berpacaran. Karena ingin menjadi pianis terkenal, Awang memberitahu vina bahwa dia mau belajar musik ke Jepang. Vina merelakannya pergi mengejar mimpinya. Mita yang mengenal kembalinya hobi bermain musik dari Awang merasa kecewa dan sedih karena kepergian Awang.

Setelah 7 tahun berpisah, Vina ke Jepang mencari Awang untuk membuktikan bahwa Awang masih mencintainya atau tidak, dan untuk menagih janji Awang akan berkompetisi dengan Mita di satu panggung sesuai mimpi Mita. Cinta segitiga terjadi antara Mita, Awang dan Vina. Vina tidak mau sahabatnya terluka. Buku ini tentang kisah cinta segitiga, persahabatan, impian, kesetiaan dan kepercayaan satu sama lain diuji. Mampukah seorang Vina mendapatkan kembali cinta Awang, persahabatannya kembali, dan apakah Mita bisa satu panggung dengan awang… ???

Menurutku, judul Fantasy ini diambil dari judul komposisi Mozart juga, karena buku ini menceritakan seorang biasa mencapai mimpinya. Sosok yang bertolak belakang antara Mita dan Vina. Sifat fisik dan hobi mereka berbeda. Vina yang baik selalu merasa bersalah dengan menyalahkan dirinya atas kecelakaan Mita. Dan Vina yang baik juga merelakan Awang, agar Awang bisa sukses. Kata-kata Mita sungguh menyebalkan “Awang is my lucky star and you are my bad luck”. Bagaimana perasaan Anda jika teman Anda menggatakan hal tersebut? Dibuku ini penulis memainkan emosi saya menjadi sedih dan lucu. Dari buku ini saya memetik beberapa hal, yaitu:

1. Musik klasik harus diperkenalkan pada banyak orang

2. Jika mencintai orang, lepaskan orang tersebut melakukan mimpinya dan jangan mengikat dia disisimu

3. Kata motivasi penulis “Dreamer bigger, achieve higher”

4. Harus rajin dan sungguh-sungguh meraih mimpi

5. Penulis mengajarkan saya proses dalam mencapai mimpi adalah hal penting.

Terima kasih atas buku “Fantasy”.

Memberi inspirasi dan motivasi saya untuk meraih impian. Tidak ada hal yang sulit di dunia ini. Try it.


TAGS Fantasy Novel


-

Author

Follow Me