• 30

    Jun

    Tiga Cara Jitu Membuat Karyawan Betah bagian ke-3 (Immeasurable)

    Nah… pengunjung blog sekalian…sampailah kita di bagian ke-3 atau terakhir dari tiga cara jitu yang membuat karyawan betah, yaitu perihal pengukuran unjuk kerjanya (measuring) di perusahaan. Pengukuran tersebut harus dituangkan secara tertulis dan jelas bagi sang karyawan terhadap apa yang ingin dicapai oleh perusahaan yang bukan hanya diukur dengan keberhasilan menyelesaikan tugas, namun juga selesainya tugas yang diberikan dengan tepat waktu atau sesuai tanggal jatuh tempo yang diberikan. Seringkali karyawan yang merasa tidak adanya tolok ukur keberhasilan yang jelas dari tugas yang telah dilaksanakannya, akan merasa cuek terhadap prestasi kerja yang diinginkan oleh perusahaan. Sang karyawan tersebut juga akan memiliki kecenderungan untuk mengulur-ulur waktu dalam pelaksanaan
  • 29

    Jun

    Tiga Cara Jitu Membuat Karyawan Betah Bagian Kedua(Mencegah Irrelevance)

    Hai pembaca… ketemu lagi di tulisan saya mengenai tiga cara jitu membuat karyawan betah pada bagian kedua. Maaf, jika saya sedikit terlambat menerbitkan bagian kedua ini, tapi suasana hati dan ketersediaan waktu membuat tulisan bagian kedua terlambat hadir. Sekali lagi saya mohon maaf. Baiklah, untuk bagian kedua ini saya akan sedikit mengulas faktor kedua yang membuat karyawan tidak betah. Tentunya tetap berpegang pada materi pokok dari buku yang saya baca. Dilihat dari kacamata para cerdik pandai, seharusnya tugas dan tanggung jawab karyawan di satu posisi harusnya jelas-jelas telah tercantum di dalam job description saat karyawan tersebut menandatangani Surat Perjanjian Kerja dengan perusahaan. Di satu pihak, yakni pihak perusahaan yang adalah sebagai pembuat perjanjian sudah pa
  • 27

    Jun

    Tiga Cara Jitu Membuat Karyawan Betah !

    Minggu lalu saya berkunjung ke Gramedia Kelapa Gading. Biasa, membawa anak yang gemar membaca. Ternyata memang menular hobi saya ke anak. Biasanya anak saya langsung kabur ke rak buku anak bersama ibunya. Saya sendiri biasanya mencari buku-buku komputer terbitan baru. “Hunting” buku-buku yang baru terbit, buat bahan untuk mengajar les. Tapi, kali ini saya menyisir ke rak buku psikologi. Memang minat saya tidak hanya di komputer, tapi saya juga suka sekali terhadap perihal psikologi. Kebetulan sebagai karyawan, mata saya langsung tertuju ke satu buku karangan penulis asing (saya lupa namanya) yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ternyata isinya cukup menarik. Buku ini membahas tiga hal yang membuat karyawan tidak betah bekerja di perusahaan tempatnya bekerja saat ini.
  • 31

    May

    Mimpi Kali Yee .... Ya haruslah bermimpi... dan jangan lupa bertindak !

    Wah… ternyata tidak percuma kita punya sepasang mata dan juga sepasang telinga. Bisa melihat hal-hal yang sukses dari orang lain dan mendengar cerita dan semangat dari orang-orang sukses di sekeliling kita. Bisa jadi kita akan ikut terpapar nih … sama kesuksesan mereka. Tapi mimpi kali yee… kata orang. Betul ! kita memang dibilang sedang bermimpi bisa sesukses mereka yang telah sukses… tapi jangan menyalahkan mimpi, itu memang harus ada di dalam diri setiap orang, supaya hidup orang tsb tidak diam di tempat alias mandeg. Berani bermimpi itu sudah satu langkah ke depan. Jadi jangan sekali-kali takut untuk bermimpi terhadap kesuksesan tersebut. Setelah bermimpi, terus apa terus peluk bantal guling alias tidur ? Ya kalau cuma pengin bermimpi terus ya silakan memelu
  • 3

    May

    Jangan Jadi "Maling Yang Berteriak Maling"

    Sudah benarkah kita ? Ternyata susah kita menjawabnya. Sekali waktu kita berada di posisi benar, tapi lain kali berikutnya kita salah. Kalau selagi benar, tidak perlu kita bersusah payah membenarkannya lagi. Nah, berat rasanya kalau kita sedang berada di posisi salah, banyak yang tidak sanggup menanggungnya, sehingga banyak yang berupaya menutupinya. Apa yang dilakukan ? Mencari segala macam alasan untuk membenarkan yang salah. Kalau perlu kita yang salah, orang lain yang kita salahkan. Cukup banyak orang yang jadi korban, tapi itulah manusia. Hanya bisa melihat orang lain salah, tapi tidak mau melihat dirinya juga ada salah. Kata pepatah, “semut di seberang lautan bisa tampak, tapi gajah di pelupuk mata tidak tampak” sangat tepat mengambarkan orang seperti itu. Mengoreksi di
  • 30

    Sep

    Arti Menghargai Sesungguhnya

    Kita banyak mendengar kata-kata orang sekitar kita yang mengatakan bahwa ia menghargai orang lain, tapi ternyata perbuatannya sungguh beda dengan dikatakannya ! Kenapa ? Sudah pasti orang tersebut hanya menghargai orang lain bila orang yang dihargainya memiliki nilai di matanya. Jadi ada pamrih di balik perbuatannya dalam menghargai orang lain. Cara menghargai seperti ini bukan sesuatu yang membanggakan dan bukan arti sesungguhnya dalam menghargai orang lain ! Lalu, apa arti sebenarnya dari menghargai orang lain ? Menghargai berarti kita memberikan respek/ hormat terhadap yang dilakukan orang lain selama perbuatan orang lain tersebut tidak merugikan orang lainnya dan mengganggu ketertiban umum. Norma yang harus tetap dijaga selama kita bersikap dalam menghargai orang lain adalah tidak men
  • 29

    Sep

    Berbagi dengan Saudara

    Ternyata manfaatnya banyak loh berbagi dengan saudara! Apa aja sih yang bisa kita peroleh? Nah, ini dia nih yang bisa kita peroleh : 1. Kita makin akrab sama saudara kita 2. Kita akan selalu diingat sama saudara berkat kebaikan kita 3. Kita akan didoakan juga loh di kala kita sedang mengalami kesulitan (mungkin kita tidak pernah tahu hal itu, tapi itu pasti di suatu saat mereka akan ingat).
  • 25

    Sep

    Halo dunia!

    Welcome to Blogdetik.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
Prev -

Author

Follow Me